Mengenai Saya

Foto saya
I love writing, learning, cooking, watching some cartoon films such, sponge Bob, naruto, the legend of Aang.

Minggu, 05 April 2026

KU KIRA

 by Diah Trisnamayanti

Ku kira perjalanan ini butuh waktu sebentar, sudah hampir tiga dekade yang muncul hanya kepalsuan.

Ku kira angan-angan ku sebagai rakyat jelata punya harta berlimpah dan kerja tak susah kan terwujud nyata, sayangnya aku baru saja terbangun dari tidur lelap di siang hari dan tak ada apapun di bakul nasi ku.

Ku kira bansos itu punyaku, hei aku tak tercatat sebagai penerima bansos meskipun seringnya aku, istriku dan anakku menahan lapar berhari-hari.

Ku kira tulisanku kan dapat membuatku kenyang, ternyata hanya kenangan rasa kenyang itu muncul dalam hidupku.

Ku kira dapur istriku bisa terus ngebul, benar memang ada kebulan asap penghisap jiwa.

Ku kira nyawaku sudah tak di bumi, benar nyawaku melayang mencari mangsa yang bisa mengkreditkan jiwa dengan pundi-pundi rupiah hingga peluh hilang.

Ku kira mataku salah melihat, dia melilitkan tubuhnya pada rakyat miskin tanpa hati.

Ku kira aku tak akan jatuh miskin, nyatanya memang ini bagian terpenting yang harus kulewati bersama istri dan anakku karena dosaku berhutang.

 

Jika saja aku tak mengadakan perjanjian itu, hidupku, istri dan anakku mungkin lebih indah dari sekuntum bunga.

Maafkan aku, istriku dan anakku; kalian korbanku yang lain.

Persembahan hidupku hanya pada tembakau yang diiris tipis dan dilinting dengan kertas, aku seperti kalap jika tak bertemunya.

Aku sudah tahu tak ada hal yang berguna dari tembakau itu, tapi aku tergila-gila padanya.

Tapi waktu ku mungkin bisa dihitung dengan jariku yang selalu bergetar jika tak menyulutnya

 

Maafkan aku, istriku dan anakku; kalian korbanku yang tiada lelah mengingatkanku pada Tuhanku.

 

Aku tak peduli anakku punya pakaian bagus atau tidak, makan atau tidak, sakit atau tidak, bahagia atau tidak, sedih atau tidak, takut atau tidak.

Aku tak peduli lelahnya istriku menggantikanku menjadi pencari nafkah, aku tak peduli banyaknya hutang istriku, aku tak peduli rindunya istriku, aku tak peduli sedihnya istriku, aku tak peduli bahagainya istriku; yang ku peduli, dia harus penuhi kebutuhanku.

 

Aku pun berpikir untuk akhiri hidup, Aku tak berdaya; ku kira ini saatnya luruskan langkah

Aku ingin kembali, Aku ingin bertemu Tuhanku.

Aku minta ampun padanya, pada istriku, pada anakku, karena aku telah egoin bertindak.

Aku tak tahu harus apa? Aku hanya ingin bebas dari hutangku.

 

 Medio, 19 Februari 2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

your opinion