Mengenai Saya

Foto saya
I love writing, learning, cooking, watching some cartoon films such, sponge Bob, naruto, the legend of Aang.

Senin, 05 April 2021

Day3 April 2021#AISEI WritingChallenge#InsprasiKartini#KurikulumNgumpetKurkulumNgumpetVersiku

 Jatinangor, 3 April 2021

KURIKULUM NGUMPET VERSIKU

 

        Sejarah munculnya Hidden Curriculum atau Kurikulum terselubung yang kata lain “Kurikulum Ngumpet” diperkenalkan Henry Giroux dan Antony Penna sebagai teori dari hidden curriculum  mengatakan bahwa pandangan struktural fungsional sekolah difokuskan pada norma dan nilai pembelajaran kebiasaan yang disampaikan kepada siswa untuk diwujudkan secara praktis di masyarakat.  

Saya kurang paham detail nya juga jika berbicara tentang Hidden curriculum dengan kata lain Kurikulum Ngumpet ala Group AISEI. Jujur belum punya bukunya. Saya hanya mendengar penuturan Ibu Capri, penulis Kurikulum Ngumpet ini pada seminar sehari di Ulang Tahun 1 AISEI tahun ini.  Jadi ini bukan bedah buku Kurikulum Ngumpet. Artikel ini saya buat karena saya tertarik menelaahnya versi saya.

Saya coba menyingkap pengertian di benak saya tentang Hidden curriculum. Sejauh yang saya dengar dan baca tentang hidden curriculum atau kurikulum ngumpet yaitu kurikulum yang menghasilkan kebiasaan siswa karena sekolah menyusun kebiasaan tertentu yang menjadi sebuah kewajiban bahkan profil kuat sekolah tersebut.

        Ada beberapa kebiasaan yang mengarah untuk membangun karakter siswa antara lain; Ramadan in Campus, Shadaqah jum’at, Jumsih (Jumat Bersih), Baca qur’an/Baca Injil sebelum belajar, Jum’at da’wah, toleransi dalam kelas, mengantri dalam setiap kegiatan dan banyak lagi yang lainnya.

        Kurikulum tersembunyi di setiap sekolah berbeda-beda. Kurikulum ini bisa menjadi keunggulan out put achievement siswa di sekolah tersebut. Keutamaan pembelajaran dilakukan secara bertahap mulai dari bentuk sederhana sampai pada kebiasaan yang berhubungan dengan nalar.

        Sistem sekolah membentuk terjadinya kurikulum Ngumpet atau kurikulum terselubung, atau kurikulum tersembunyi. Sistem tersebut mengembangkan tujuan sekolah pada umum dan khususnya. Oleh karena itu, pelaksanaan ditujukan tidak hanya pada siswa tetapi semua pihak pendukung di dalam penyelenggaraan kegiatan sekolah.

        Perancangan biasanya dibuat sesuai dengan kebutuhan siswa/i, guru serta lingkungan sekolah. Penyelenggara sekolah melaksanakan kurikulum terselubung ini untuk memecahkan persoalan-persoalan tertentu melalui kajian tersendiri. 



tunggu lanjutannya...



Minggu, 04 April 2021

Day2 April 2021#AISEI WritingChallenge#InsprasiKartini#KurikulumNgumpetKeberkahanMelayaniOrangTua

 Jatinangor, 2 April 2021

KEBERKAHAN MELAYANI ORANG TUA

Usianya masih 49 tahun baru ulang tahun alias milad akhir bulan Kemarin. Dia adalah adikku, lahir empat tahun lebih muda dari ku. Putra-putrinya sudah empat orang. Meskipun berat dia tetap bergerak sebagai ibu rumah tangga yang kreatif.

Saat Ramadhan tiba setiap tahun ketika dia baru memiliki anak dua orang, dia mengajarkan anak-anaknya untuk sholat dan puasa dengan memberikan gambar kartun di pintu masuk rumah dan kamar anak-anaknya ditambah kata-kata “Marhaban ya Ramadhan”.  Saya kira semua orang juga berusaha seperti dia untuk memperkenalkan agama yang dipercaya kepada anak-anaknya. Sepertinya biasa dialami oleh ibu-ibu.

Bagi saya dia adalah adik yang menginspirasi kesholehan hati yang luar biasa. Mengapa saya mengatakan itu?

Ketika kakak-kakaknya bekerja menyebar di beberapa kota di jawa. Tanggungjawab perkembangan kesehatan orang tua dia yang menangani. Dia lulusan IT dari Universitas Gunadarma Jakarta, pernah mengajar IT. Tetapi karena kebutuhan mengurus orang tua yang sakit karena tua dan karena penyakit ganas, dia bersedia mencari tahu semua permasalahan dan dibagikan kepada kami kakak-kakaknya. Hingga di akhir kehidupan orang tua kami, semua kakak-kakaknya ini merasa berhutang kepadanya dan bahagia memiliki adik yang penuh pengertian.

Tidak hanya itu, kesabaran yang luar biasa menghadapi orang tua yang pikun bahkan terkadang lupa dan menyalahkan dirinya mampu dia hadapi dengan tenang dengan dukungan suaminya. Pasang surut kehidupan berkeluarga dijalani dengan berani apalagi bila berhubungan dengan masa depan anak-anaknya.

Menangani orang tua yang pikun, dengan berpenyakit buat saya sesuatu yang benar-benar sulit terbayangkan. Tangis air mata menghadapi omelan, luapan emosi, kejahilan, dan rujukan mereka, menjadi hal yang harus dilewati olehnya dan suaminya dalam mengurus orang tua. Ketika sudah tidak kuat baru dia dan suaminya berbagi dengan kami.

Keberkahan selalu menghampiri dia dan keluarga kecilnya karena dia mengajarkan pada semua anak-anaknya bagaimana merawat orang yang sudah tua. Saya sangat iri melihatnya bisa merawat orang tua dengan baik karena pekerjaan. Alhamdulillah Allah berikan kesempatan saya juga berbakti kepada Ibu dan bapak saat mereka sudah tidak mampu berbicara, berjalan, dan bersikap normal seperti manusia muda pada umumnya. Kebetulan adikku waktu tu sedang mengurus anak-anaknya yang baru masuk Universitas dan yang lain masuk SMP. Jadilah saya, ijin bahkan keluar dari pekerjaan karena Allah menempatkan saya pada pekerjaan yang mulia. Betapa senangnya saya saat itu meski di sisi lain saya tidak punya pekerjaan pasti. Hidup saya terasa berarti.

Biasanya orang yang sudah tua sering terlupakan untuk dirawat, dipahami, dan disayang. Adik saya Tetra Rahmadini, S.Kom., mampu membuktikan bahwa rahmat Allah dapat dicari dari melayani orang tua bukan sebaliknya bahkan menghitung pelayanan kepada mereka dengan nilai uang. Masya Allah. Semoga pembaca dihindari dari keburukan hal seperti ini. Semoga adikku dan teman-teman yang menyayangi orang tua dan menjaga mereka selalu mendapatkan keberkahan Allah yang sangat luar biasa.  



Day1 April 2021#AISEI WritingChallenge#InsprasiKartini#KurikulumNgumpetSiPendekarBerkerudungdariLantai3

Jatinangor, 1 April 2021





SI PENDEKAR BERKERUDUNG DARI LANTAI 3

                  Membaca judulnya sepertinya akan ada ilmu silat wiro sableng di cerita ini. Aduh Maaf, Bukan. Dia adalah teman saya. Jabatannya sebagai kepala lab komputer dan jaringan sekolah kami. Tapi item pekerjaannya, masya allah; tidak akan selesai jika diurutkan sampai besok, Lebay! (Maksudnya sangat banyak; read). Dia punya dua anak laki-laki yang sangat cerdas dan subhanallah energik seperti ibunya.

        Jam menunjukkan pukul 05.30 an, biasanya dia sudah stand by di singgasananya Lantai 3 Gedung kampus 1 SMKS MedikaCom. Pengadaan alat, barang lab komputer dan kebutuhan ATK sekolah kami, dikerjakan olehnya dengan melihat berbagai aspek dari barang yang harus dipesan. Semua dilakukan sesuai dengan order yang diminta di setiap unit kerja dalam sekolah kami. Sampa kebutuhan bandwidth untuk tiap unit kerja dilakukannya bersama wakil kepala sekolah bid. Kesarjanaan. Kerjasamanya yang baik dengan teman-teman meski buat orang yang tidak mengenalnya terkadang terkesan judes; padahal sebaliknya. Dia punya satu anak buah yaitu asisten lab. Kerjasama mereka berdua membuat saya berdecak kagum.

Selama PJJ berlangsung, dia  mengizinkan saya mengajar dan belajar dengan internet sekolah yang juga datang pukul 5.30 ke sekolah karena rumah saya yang jauh. Jika tidak berangkat pagi, sudah pasti saya akan gagal terus mengajar jam pertama yaitu pukul 07.10.  Dia mempunya pedoman daripada anak-anak tertinggal pelajarannya lebih baik silahkan pakai lab selama PJJ ini. Guru lain pun sama, diberikan kesempatan untuk melakukan pembelajaran dari sekolah di setiap lab yang ada atau di ruang guru. Terkadang dia pun tegas untuk menyampaikan agar guru yang menggunakan lab bersama siswanya harus selalu memperhatikan kebersihan.  Tetapi masih saja ada sampah yang berserak di lab komputer. Mau tidak mau dia dan Asistennya membersihkan dan menyemprot desinfektan (selama pandemi berlangsung) hingga sore hari. Terkadang dia harus naik tower untuk memperbaiki jaringan bersama comtronik (penyedia layanan Jaringan di sekolah kami) untuk melihat dan memeriksa jaringan yang rusak; meskpun lebih banyak dia hanya melihat di komputer server utama sekolah.

Ketika Penilaian Tengah Semester kami kemarin  akan dilakukan, jaringan utama server sekolah rusak. E-learning tidak bisa diakses siswa dan guru, data keuangan tak mampu terselamatkan untuk input data bulan terakhir,  kehadiran guru juga tidak bisa terdeteksi, soal PTS yang sudah diinput hilang. Dia, asisten lab dan kaprog rekayasa perangkat lunak serta Wakil Kepala Sekolah bid. Assessment dan IT; bergerak bersama menyelamatkan dokumen yang ada sambl memperbaiki. Keputusannya adalah membel yang baru selama perbaikan server lama dilakukan. Mulailah bekerja keras mereka lakukan dalam waktu kurang dari 1 bulan.  e-learning untuk kehadiran guru sudah bisa diakses kembali, data keuangan diketik kembali sejak awal belum lagi, harus dlaksanakannya  PTS. Kerja lembur dengan loyalitas tinggi seperti ini sangat sulit didapat. Terkadang mereka tidak dipandang sebelah mata bagi orang-orang yang tidak mengetahui sistem kerja terbaik. Dia juga menyempatkan setting jaringan agar pemantapan siswa untuk Ujian Kompetensi Kejuruan di sekolah kami, semua siswa kelas XII dapat lulus dengan predikat kompeten.

Mereka melakukan  tak kenal lelah, kadang hal-hal sepele jika timing tidak tepat dalam menyampaikan membuat semua berantakan. Alhamdulillah dia mampu melewati itu dengan baik. Semua karena dlakukan dengan senang dan fokus.

Ada kejadian aneh dan lucu baru terjadi di hari Rabu kemarin, 4 lab sudah selesai dibersihkan tinggal satu lab lagi yang belum. Jadwal saya mengajar hanya sampai pukul 15.00; saya pulang pukul 15.15 bersama kaprog RPL yang rumahnya di wilayah Rancaekek. Kam pulang bersama karena satu jalur. Ibu Lia sang Pendekar Berkerudung di Lantai 3 ini sedang membersihkan lab terakhir yang biasa kami tempati untuk PJJ. Kursi lipat yang digunakan di lab sudah dirapikan dan ada kursi tambahan di pojok ruangan sebelah kanan d simpan bila nanti tim Penguji dari perusahaan Comtronik datang untuk melaksanakan Pengawasan dan pengujian.

Di satu jalur meja komputer tengah dia ditimpuk dengan kabel koneksi pada hal saat tu sudah tidak ada orang. Kemudian bangku yang disandarkan di pojok ruangan tidak bisa ajeg bersandar. Jatuh bertubi-tubi. Dari pada ba.. bi...  bu... tidak jelas, beberes lah dia ambil langkah pulang setelah mengunci semua ruangan lab.     

 


Selasa, 30 Maret 2021

30Maret2021#AISEI WritingChallenge#Kelasku#anakku#siswa-siswikuMenunggu,Deg-DegPllas

 Jatinangor, 30 Maret 2021

MENUNGGU, DEG-DEG PLAS


Jam menunjukkan pukul 16.15 wakti Indonesia bagian barat. Dua hari sebelumnya, Prof. R. Eko Indrajt menyampaikan bahwa Penerbit Andi akan mengumumkan buku yang sudah masuk di tahap seleksi yang sesuai dengan kapasitas penerbit Andi.

Sebagai pemula jujur saja, hati ini benar-benar merasakan dag dig dug plas. Ada takut, senang, tidak percaya diri bersatu hingga setelah diumumkan yang terlihat 9 orang, sudah masuk di jajaran utama disampaikan. Saya sudah pasrah, ikhlas menerima yang akan terjadi. Tiba-tiba koneksi zoom meeting dengan Prof. R. Eko Indrajit dan Penerbit Andi lepas kendali. Masya Allah.

Charger masih terus terhubung di Handphone, akhirnya saya melihat chat di  whatsapp group Oktober Impian sambil terus mengusahakan masuk ke pertemuan lagi. Alhamdulillah disetujui untuk masuk kembali di zoom meeting.

Apa yang terlhat?

Masya Allah, Allahu akbar judul buku saya tertera di sana.

INFEKSI KOMUNIKASI:  “KLUB NGOPI-NGOPI”, MENCAIRKAN KEBEKUAN HUBUNGAN ANTARA SISWA DAN GURU.

Sungguh sesuatu yang tidak terduga, bahagianya luar biasa.  Berkali-kali saya bergumam; Nikmat mana lagi yang engkau dustai. Selama pertemuan, saya tidak mampu berkata-kata.  


Luapan emosi yang luar biasa. Buku ini saya tuliskan ketika di awal pandemi terjadi perubahan pola belajar siswa di sekolah yang semakin ke lama terjadinya pandem membuat hubungan antara siswa dan guru secara virtual bisa berbahaya bila tidak segera ditangani. Dampaknya pada psikologis siswa. Semua harus memahami situasi dan saling mendukung dalam melaksanakan suatu kebijakan. Guru juga harus bersedia dikritik bila melakukan kesalahan dalam menerapkan metode yang salah saat berlangsungnya pembelajaran.

      

Saya berharap bisa menyelesaikan perbaikan semuanya dengan cepat dan sesuai dengan kebutuhan teman-teman guru dan  orang tua.

Terimakasih anak-anakku di kelas XI RPL A, Ibu guru kami tak lelah menuliskan penemuan tentang perubahan sikapmu. Sesungguhnya Allah Maha mulia yang memberikan semangat dan motivasi untuk mencari tahu tentang kalian. Semoga kalian menjadi lebih baik dan maju setelah ini. 





                              
                               

28Maret2021#AISEIWritingChallenge#Kelasku#anakku#siswa-siswikuInputNilai,DilemaDiujungWaktu

 Jatinangor, 29 Maret 2021

INPUT NILAI, DILEMA DI UJUNG WAKTU?

Tanggal 28 Maret  kemarin masih pusing menginput nilai siswa. Ada dilema, antar memberikan nilai kasih sayang dan memberikan nilai apa ada nya.  Dilema itu selalu muncul tiap kali menginput nilai ujian
tengah semester atau ujian akhir semester. Karena nilainya tidak semua terpenuhi.  Dihimbau sampai dengan dipaksa untuk mengerjakan tugas sudah diberikan oleh guru dan wali kelas.

Deadline pemberian nilai untuk di-input ke data server rapor harus hari ini tanggal 29 Maret 2021. Subhanallah. Deadline pembuatan Pemetaan soal, Kisi-Kisi soal dan Kartu Soal juga harus tanggal 29 Maret 2021 meskipun Ujan Sekolah masih d Bulan April. Deadline uploading dan pendaftaran Lomba Jabar bercerita Timkomdik Disdik Jabar masih 2 (dua) hari lagi, tetap printilan untuk mengikuti kegiatan harus segera dikerjakan di tanggal yang sama.

Saya putuskan selesaikan satu-satu. Input Nilai mendesak. Mempermudah pekerjaan orang lain adalah ibadah. Sementara siswa yang reaktif karena nilai kosong tidak juga perhatikan himbauan. Bukan berarti guru pelit nilai. Bila kesempatan perbaikan sudah diberikan, tetapi siswa tidak menggunakan kesempatan perbaikan. Nilai apa adanya adalah yang diberikan untuk mereka.

Ada juga yang peduli, lumayan menghambat pekerjaan menginput-input nilai. Mereka baru tergugah setelah nilai akan diupload. Ujian kesabaran tingkat dewa bagi seorang guru untuk mengerjakan hal seperti ini. Bayangkan nilai sudah jadi tinggal upload, harus mengubahnya ketika data tugas baru mereka berikan di hari H upload nilai. Ini biasanya siswa yang memang baik dan peduli kemajuan pembelajaran mereka sehingga guru harus siap berikan perubahan nilai tersebut. Tetapi ada yang membuat kesal, mereka berikan tugas setelah orang tua mereka protes tentang nilai anaknya. Guru dianggap tidak bisa mengajarkan mereka karena mereka kompak tidak akan mengerjakan tugas dari guru tertentu. Subhanallah kan. Berharap itu tentu tidak terjadi dalam kehidupan nyata.  Kalau pun terjadi. Anggaplah ujian kesabaran seorang guru memang sedang diuji. Tentu itu tidak seratus persen kesalahan siswa. Jadi guru perlu introspeksi menghadapi sikap dan perilaku siswanya yang unik. 



Senin, 29 Maret 2021

26Maret2021#AISEI WritingChallenge#Kelasku#anakku#siswa-siswiku

 

Jatinangor, 26 Maret 2021

DIBALIK LAYAR

 FILM DOKUMENTER

JALAN PANJANG, KARIR KUTANGKAP'

Kesibukan seorang guru tidak bisa diprediksi. Setelah penyusunan soal UTS, Wakil Kepala Sekolah bid. Kurikulum kami memberikan tugas yang baru, membuat soal Ujian Sekolah.

Ini adalah tugas negara, jadi tulus saja melakukan. Sementara setelah Ujian, Otomatis guru harus sudah memproses hasil siswa ujian untuk dimasukkan sebagai penilaian tengah Semester (PTS) . Jeda yang diberikan tidak cukup bagi guru untuk bernafas. Belum lagi, siswa bertanya “berapakah nilai saya”  jika ada 40 lebih siswa, sudah barang tentu proses pengolahan nilai akan kateter. Terkadang kejenuhan muncul diantara para guru. Cara mengatasi, hanya guru tersebut yang mengetahui.

Bila pertanyaan diberikan kepada  saya, saya cenderung menonton film atau mengalihkan ke pekerjaan yang lan yang membuat saya bsa merdeka mengungkapkannya. Salah satunya, menulis di Blog.

Kali ini, saya tidak menonton, tetapi membuat film dokumenter.

Ya ampun. Pernak-pernik membuat konten film cukup membuat saya penasaran setengah mati. Tahu ndak; saya merancang script film sampai diubah berkali-kali. Apa pasal? Script pertama, tulisan sempurna. Di Film terlalu panjang terungkap dan banyak hal yang tidak penting setelah melihat hasilnya.

Script kedua, ketika mengisi suara secara audio gambar sudah habis berjalan; suara sampai 10 -20 menit berjalan, sementara yang dibutuhkan durasi 5 menit. Banyak dipotong rekaman suara. Belum lagi suara berdecit seperti rusak. Dibuang lagi.

Script ketiga tidak ada, langsung saja dibuat tulisannya dalam layer-layer yang di-apply sudah jadi semua. Giliran tulisan yang di-blend dengan foto bermasalah sehingga filmnya ber-echo.

Script ke empat, sama tidak ada. Dibuat ulang lah script ke 3 hasilnya beres. Ketika akan di-export ke MP4, tidak muncul hasilnya. Frustasi tetap tetap penasaran.

Buat lagi dengan aplikasi berbeda. Semula pakai Filmora, yang kedua paka Picasa. Mau tahu hasilnya? Film dan kolase terpisah. Hahaha..

Mulai ngulik Picasa. Jadi lah membuat kolase-kolase foto dan video. Alhamdulillah jadi. Tetapi karena terlalu besar isinya, sekali lagi gagal di-export menjadi video. Kadung nyemplung saya buat Video yang hanya bisa dinikmati di picasa untuk dipotong per bagian. Setelah itu di ekspor ke file komputer. Baru di impor ke filmora.

Alhamdulllah jadi. Tetap karena saya buatnya pakai yang gratis. Maka watermarknya masih muncul. Tetapi saya sudah bisa membuatnya. Anak saya bilang, sudah sesuai dengan jati diri saya yang ibu-ibu..

Itu pengalaman saya buat film, karena sedang jenuh membuat soal satu bulan ini. Sekarang sudah tidak jenuh lagi pastinya. 




24Maret2021#AISEI WritingChallenge#Kelasku#anakku#siswa-siswikuBelajarMenyusunSoal

 

Jatinangor, 25 Maret 2021

BELAJAR MENYUSUN SOAL

Masuk bulan Maret, saya sudah pasang target untuk pembuatan soal Ujian Tengah Semester Ganjil. Khawatir teman-teman MGMP Mapel Bahasa Inggris yang saya ampu tidak siap membuat soal yang diminta Kurikulum.

Dulu membuat soal mudah. Tidak ada kata High Thinking Order,seperti yang dihimbau Pengawas Sekolah dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten, sehingga soal bisa comot dari mana saja asalkan berhubungan dengan materi ajar.

Saat ini, jelas berbeda. Sebelum membuat soal, guru harus melihat 

1. Pemetaan Soal yaitu sebaran soal dengan komposisi Mudah, Sedang dan Susah sesuai kemampuan komunitas siswa yang diajar. Ini dibuat guru sebelum menyusun soal.

2.    Kisi-Kisi yaitu gambaran dari arah susunan soal yang akan dibuat.

3.  Indikator dari Kompetensi Dasar yang dibuat oleh guru tersebut dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

4.    Tingkatan Soal yaitu analisa tingkatan soal yang akan dibuat. Ada level 1 (L1) berisi pemahaman dan pengetahuan setara dengan level mudah; level 2 (L2) berisi soal aplikasi antara pemahaman dan analisis atau pengetahuan dasar dan pengetahuan lanjutan. Biasanya setingkat dengan soal sedang; level 3 (L3) berisi soal aplikasi yang dikombinasi dengan analisis atau sintesis masalah.

5. Indikator Soal yaitu arahan yang dapat menentukan kompetensi siswa dari sebuah permasalahan dalam kompetensi dasar yang diajarkan.

6. Berbagai bentuk soal: menjodohkan, menyusun, rumpang (cloze Text), memilih dari 2 (dua) pilihan, memilih dari 4-5 pilihan, esai, dan lain sebagainya

7. Kunci Jawaban memberikan yang sederhana dan tepat sesuai kebutuhan mengambil hasil kompetensi yang diujikan.

8. Sumber yaitu sumber-sumber yang bisa menjadi kaitan dengan soal yang dibuat.

Setelah soal disusun, soal dapat dicek kembali oleh pembuat soal kedua dan penelaah soal. Rangkaian ini, mungkin terlalu ideal untuk dikerjakan. Tetapi untuk berlatih, apa salahnya belajar tahapan ini.

Itulah yang disampaikan oleh pengawas sekolah saya sebelum kami menyusun soal. Beliau pun memeriksa salah satu contoh soal yang diberikan yang tidak sesuai dengan indikator Kompetensi dasar yang diajarkan.

Semua dilakukan oleh guru agar tidak salah memberikan penilaian kepada siswa dan mengeneralisir kemampuan siswa. 

Contoh :

Pemetaan Soal

Di atas adalah bentuk pemetaan soal. Tujuannya adalah mempermudah guru membuat sebaran soal tiap materi pelajaran dengan persentase yang ditentukan oleh sekolah.

Jumlah mudah, sedang dan sukar pada soal; hanya guru yang menentukan. Jumlah persentase dan jumlah sebaran harus sama. 

Kisi-Kisi

Di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terdapat Indikator Kompetensi Dasar (KD). Masukan KD ke dalam kolom yang disediakan, ambil Indikator yang terdapat di dalam Kompetensi Dasar (KD) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Tertera di kolom tersebut dengan Indikator “Menerapkan struktur teks dan Unsur Kebahasaan announcement”

Maka Indikator yang disusun untuk soal dengan level (L2) aplikasi yaitu dengan menggunakan proses meletakkan  kata/frasa/kalimat ke dalam sebuah pengumuman. Indikasi kemampuan pengetahuan tentang pengetahuan Announcement dalam sebuah penerbangan. Kata-kata yang digaris yang menentukan adalah guru. Soal yang tersusun menjadi seperti di dalam kartu Soal  di bawah ini

Kartu Soal 



Bentuk Soal Aplikasi yang disusun :

Which one is the correct information for flight announcement?

Fokus penilaian adalah aplikasi pengetahuan siswa dalam menerapkan susunan kata/frasa/ kalimat dalam pengumuman (announcement).

·         Mengukur penerapan kalimat present yang tepat

·         Menganalisa kalimat yang hilang dalam pengumuman merupakan kalimat/ frasa/ kata yang mendukung gagasan pengumuman tersebut.

Meskipun soal aplikasi, kalimat pilihan membuat siswa berkerut. Menurut sebuah sumber, berkerutnya seseorang tentang apa yang dibaca atau dilihat perlu dipikirkan lebih dalam. Oleh karena itu, soal itu sudah sama dengan soal High Thinking Order.

Untuk Soal L1 dan L3, Kita bicarakan di lain waktu ya..

Hari ini sampai di sini dahulu.