Mengenai Saya

Foto saya
I love writing, learning, cooking, watching some cartoon films such, sponge Bob, naruto, the legend of Aang.

Rabu, 09 Desember 2020

#Day8DesAISEIWritingChallengeMockTrial:AlternatifPembelajaranBahasa

 

Pembelajaran Bahasa Asing (Inggris) terkadang memang dianggap sulit. Berbagai rancangan sudah diupayakan oleh guru dan sang siswa. Tetapi masih saja, sulit dipahami.

        Seorang teman dari Texas Amerika mengirimkan satu hal baru bagaimana belajar bahasa Inggris. Dia mengajak saya untuk mengikuti kegiatan Mock Trial. Apa maksud dari Kegiatan Mock Trial ini?

         Mock Trial adalah tantangan belajar bahasa Inggris dengan membawa ruang persidangan ke dalam kelas. Anak anak diberikan sebuah kasus hukum dimana mereka harus mampu untuk membela (Lawyers) bila mereka berperan sebagai pengacara atau menyerang (Public Prosecuter) bila mereka berperan  sebagai Jaksa Penuntut Umum dari kasus yang  diberikan sebagai challenge. Mereka diminta  untuk memecahkan kasus hukuman yang dijatuhkan pada terpidana. Model pembelajaran Collaboration antara discussion (reciproval), deep learning, speaking dan writing; menjadi sasaran utama pembelajaran.

         Mereka bermain peran “Role Play” dalam kelompok kerja. Kelompok kerja Lawyer (2 orang), kelompok kerja Public Prosecuter (2 Orang), Juries (3 Orang), Tertuduh (jumlahnya tergantung kasus), saksi-saksi (kurang lebih 3-5 orang) tergantung dari kasus.

      Oleh karena itu, mereka harus mempersiapkan diri yang matang dalam membuat strategi mempertahankan dan menyerang melalui bukti-bukti yang meringankan atau yang memberatkan tertuduh. Tertuduh harus mampu bercerita tentang kasusnya dengan lancar dan jujur. Sudah pasti mereka harus membuat tulisan yang berhubungan dengan kasus yang disodorkan oleh guru. Ketika mereka berupaya membeberkan fakta di persidangan mereka diperkenankan membaca tulisannya. Tentunya harus terdiri dari pendahuluan, konten dan penutup dari pernyataan mereka tentang tertuduh. Begitupun ketika menyerang, alasan kuat harus mereka punya untuk memvonis tertuduh dan tidak boleh main-main karena di sana ada hati nurani. Ekspresi mengungkap kebenaran menjadi sesuatu hal yang perlu dalam belajar karakter mempertahankan pendapat. Pengetahuan tentang undang-undang terhadap suatu kasus menjadi bertambah. Para Juri yang mendengar kasus ini pun diharapkan dapat memberikan pertanyaan karena keputusan akhir jika draw dilihat dari jawaban juri dalam sebuah diskusi yang tentu harus disampaikan fakta-fakta pendukung dalam menjatuhkan sangsi kepada tertuduh. Saksi yang dihadirkan dari tim pembela dan penyerang harus mempersiapkan materi tulisan yang berhubungan dengan penguatan terhadap materi yang disampaikan oleh Pengacara dan Jaksa. Jika dia adalah seorang ahli di bidang kesehatan. Artinya siswa dapat mencari yang berhubungan dengan kesehatan yang bisa menjatuhkan dan mendukung.

         Seorang Tim Penilai yang memang berasal dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang hukum (Lawyer & Firm). Mereka atau dia dapat memberikan penilaian otentik bagaimana sidang itu berjalan. Apa kesalahan dari pembelaan atau tuduhan yang disampaikan dan penguatan apa yang seharusnya diberikan dalam sebuah kasus yang digulirkan. Kehadiran sebuah persidangan secara utuh diharapkan menjadi bentuk berbagai perdebatan dengan dasar teori yang kuat itulah yang akan memenangkan peradilan ini. Pendalaman materi sangat diperlukan oleh siswa sehingga ini dapat dijadikan sebuah proyek pembelajaran yang baik. Apa lagi bila dibuat dalam bentuk kompetisi antar kelas. Cukup menantang kan?!

         Guru hanya memperhatikan jalannya kegiatan untuk memberikan penilaian yang sesuai dengan kemampuan anak. Jika ada guru bahasa Inggris lain, mereka juga hanya memberikan komentar tentang jalannya persidangan. 

Pemberian Nilai disusun dengan struktur:

1.   Speaking

2.   Writing

3.   Core meaning

        Kriteria Penilaian dapat disusun sesuai kebutuhan pembelajaran. 




#Day6DesAISEIWritingChallengeBelajarPembimbinganSiswaGayaMenghiburIdolK-POP

 

BELAJAR PEMBIMBINGAN SISWA

GAYA MENGHIBUR IDOL K-POP


Fenomena siswa/siswi yang notabene remaja menyukai K-Pop sudah tidak asing lagi terdengar di kuping banyak orang tua dan juga pendidik. Perubahan sikap anak-anak remaja dianggap sebagai bentukan dari para Idol K-POP. Oleh karena itu, Hujatan pada Idol K-Pop juga tidak jarang muncul dari mulut “haters” K-Pop, mereka tidak boleh diikuti karena yang laki-laki seperti perempuan dan perempuan mengenakan baju yang tidak sesuai dengan budaya timur. Tidak salah pendapat itu. Mungkin kita harus mengabaikan sementara hal ini dan mengalihkan pada bagaimana proses pembimbingan Idol K-POP sehingga menjadi berlian yang memiliki magnet tersendiri di antara anak-anak remaja mengalahkan pembimbingan orang tua dan guru.

Membangun konsep pembimbingan seorang anak menjadi sebuah berlian yang bersinar ke seluruh dunia ternyata tidak bisa simsalabim jadi seperti yang terlihat. Tidak usah disampaikan, semua orang pasti tahu bagaimana sulitnya mencapai tangga kesuksesan.

         Di Awal bulan November kemarin, anak saya yang masih remaja tanggung jingkrak-jingkrak dan teriak ketika dia tahu idol K-POP nya muncul di sebuah stasiun TV. Saat itu, saya pun ikut menonton penampilan mereka. Buat saya, yang bukan generasi milenial, menganggap Idol K-POP tidak lebih dari Penyanyi biasa yang ada di Indonesia juga. Ketika akan tidur malam, saya dan anak akhirnya berdiskusi tentang apa saja yang kita ingin ceritakan berkaitan dengan yang dilihat dalam penampilan K-POP itu. Dia mulai bercerita, Idolnya yang baru saja bernyanyi sering kali dihujat tetapi hebatnya mereka tidak marah dan menjawab yang tidak baik pada Idolanya. Sekian banyak hal baik yang disampaikan anak remaja ini membuat saya penasaran ada magnet apa yang membuat mereka begitu digandrungi?

           Saya mencari kebiasaan Idol anak saya ini berlaku, melalui 24hr Relay Cam meraka. Mereka yang telah ditempa sebagai trainee sejak masih belia. Dapat terlihat dari rekaman ini. Satu persatu saya pelajari bagaimana mereka berhadapan dengan kamera dari jadwal yang diberikan perusahaan hiburan ini. Tiap member K-POP seolah berdialog dengan penggemarnya yang dianggap sebagai teman mereka. Mereka diberikan pendidikan Manner menghadapi berbagai sifat dan karakter penggemar. Mereka menampilkan kehidupan mereka yang tidak jauh berbeda dengan penggemarnya. Memakan-makanan yang sama seperti yang dimakan oleh penggemarnya. Bahkan untuk yang berusia di bawah 19 tahun tidak diperkenankan untuk tidur sampai dengan jam 01.00 malam, tersampaikan di video-video itu dalam keadaan apapun. Mereka, yang diberikan kamar sendiri, harus mengurus semuanya sendiri tanpa bantuan seorang “nanny” (pembantu). Juru masak disiapkan dan manner mereka terlihat alami saja bahwa mereka sangat menghargai juru masak yang memasakan makanan mereka; tetapi tak jarang mereka pun belajar memasak sendiri sehingga ketika juru masak tidak ada mereka bisa bertahan. Sapaan kepada penggemar yang menghubungi mereka dalam “bubble chat” ditanggapi dengan santun dan cerdas, sehingga ini membuat banyak penggemarnya tertarik dan sayang pada mereka. Apakah Cuma itu, magnet mereka?

          Ternyata tidak. Saya cek dan temukan kembali berbagai bentuk model pelatihan yang mereka dapat ketika mereka akan debut dan berinteraksi dengan penggemarnya. Model Pembelajaran yang menyenangkan dan menarik dipelajari adalah semua materi pembelajaran mereka dilakukan dalam bentuk game atau permainan. Ketika mereka harus memahami tentang materi Bisnis saja. Mereka diminta untuk melakukan bentuk ROLE PLAY yang direkam langsung, mereka dibagi berkelompok. Kelompok pertama membawahi Pemasaran, Kelompok kedua Public Relation, Kelompok ketiga Production dan Kelompok keempat keuangan. Role Play yang mereka perankan, gaya suka-suka mereka. Itu lah pemahaman tentang bisnis buat mereka. Tetapi dari sana, mereka justru mendapatkan olah karya yang apik dari koreografi tarian, setting video, lightning, rekaman suara, wardrobe, style. Mereka cenderung berinovasi dalam setiap debut mereka. Sementara ketika mereka harus menyapa penggemarnya, mereka pun diberikan kursus singkat dalam video-video yang menghibur bagaimana mereka belajar bahasa dari negara yang akan mereka kunjungi; contoh Belajar bahasa Thailand, Indonesia, Inggris, Cina, Jepang, Spanyol dan lain-lain. Sampai dengan pembelajaran yang berkaitan dengan apa yang memang mereka butuhkan secara formal disediakan agar mereka melatih pola pikir sesuai keinginan mereka; maka tidak jarang dari merka ada yang cerdas dalam bidang matematika, fisika, olah raga, komputer, game, komunikasi, bahasa, dan sosial masyarakat.

Ini salah satu Olah Karya bahasa “Lagu” yang harus mereka bawakan.



            From Home

NCT U

Huu-woo
Ye-iye-yeah

I remember like it's yesterday, oh-no-hoo
외로움에 힘들던 그때, oo-woo
낯설기만 하던 공기도
두렵기만 하던 떨림

Now I know
어렸던 마음까지 모두
추억이 되게 해준
'Cause of us I'm feeling strong again
서로 믿어줄 때면
이곳에 당연하게

When we shine bright
I'm alive in the CT
노래해
조명 아래 서로를 바라보면
나도 몰래 웃게 잊게 yeah

'Cause I'm not alone
내게 따듯한 집이 돼준
어제와 지금의
다가올 내일 우리
It all starts from home

보자며 웃고 돌아서서
눈물부터 마주했지만
걱정 눈물보다
이젠 웃을 날이 많아 woo

언제든지 여기 있을게
'Cause I've got a place
편히 맘껏 있는 my own
문을 열면
모든 걱정도 사라지게

Once again
'Cause of us I'm feeling strong again
서로 믿어줄 때면
이곳에 당연하게

When we shine bright
I'm alive in the CT
노래해
조명 아래 서로를 바라보면
나도 몰래 웃게 잊게 yeah

'Cause I'm not alone
내게 따듯한 집이 돼준
어제와 지금의
다가올 내일 우리
It all starts from home

이젠 길을 잃을 두려움도
겁내기 바빴던 날들도

 

          Pengarangnya melihat perjalanan mereka sejak kecil sampai dengan mereka mencapai debut-debut yang diakui dunia diungkapkan dari sisi mereka yang terpisah dari keluarga, teman dan lingkungan mereka untuk mencapai titik dimana mereka bisa berguna bagi semua orang. Ekspresi yang disampaikan mereka membuat kita yang tidak paham kalimatnya terharu. Ungkapan cinta dari sisi yang berbeda sebagai isi dari lagu ini. Apakah mereka memang dari tempat yang terjauh?

           Mereka bukan hanya orang Korea, tetapi mereka sebagian juga diambil dari beberapa negara asia (Cina, Jepang dan Thailand) dan Amerika, meskipun masih ada darah keturunan Korea. Perjalanan menuju tangga sukses itu mengalami banyak tantangan yang terkadang membuat mereka merasa diri mereka “Alone”. Di dalam lagu itu tersirat dan tersurat tentang perjalanan mereka berkarir sebagai seorang Idol. Mereka butuh 5-6 tahun sebagai trainee di situ mereka ditempa. Hanya yang memiliki mental kuat, berjiwa pejuang dan mampu berinovasi dapat mencapai tangga sukses dan dikenang sebagai idol. Itu lah pemahaman saya setelah menonton beberapa dari “24 hr Relay cam” mereka. Apakah cukup sampai di situ? Dan apa hubungannya dengan Pembimbingan di kelas untuk sekolah di Indonesia?

         Benar, saya mungkin hanya menyambungkan saja bagaimana anak Indonesia yang sebagian besar menyukai K-POP dengan keseharian mereka. Remaja di Indonesia, sangat sulit mengungkapkan bagaimana perasaan mereka. Remaja yang juga siswa banyak mengidolakan tidak hanya Idol K-POP tetapi banyak juga yang mengidolakan bintang-bintang Indonesia. Sayangnya, Sinetron kita yang bertajuk remaja masih menggambarkan meraih sukses dengan kerlip kehidupan itu sngat mudah; cukup menjadi artis, tanpa dibekali ilmu menghadapi tantangan di depannya. Jadilah informasi hiburan diambil dengan hanya mempertontonkan kekayaan dan kejutan-kejutan yang tidak mendidik.

          Tidak dengan Idol K-POP ini, Mereka cukup “humble” menyampaikan bahwa jika tidak ada teman-teman yang lain  dalam tim mereka yang mendukung satu dengan lainnya maka mereka akan hancur. Mereka harus memilih sekolah atau menjadi trainee Idol. Pilihan mereka pada panggung hiburan dibekali pemahaman fashion, sesion pemotretan, make up, lighting,  Mereka hanya berkutet dengan latihan dan merekam kemampuan tari, nyanyi  untuk memproduksi olah karya mereka dan memasarkan produk mereka, berkeliling menyapa dunia karena bekerja menggunakan gaya mereka, gaya anak muda.

          Oleh karena itu, mereka banyak berdiskusi dengan Line manajer dan produser mereka serta perusahaan mereka tentang bagaimana menjadi sukses versi mereka. Mereka bereksplorasi dengan gaya mereka. Perusahaan Hiburan ini hanya memfasilitasi keberagamaan kemampuan mereka agar makin bersinar karya-karya yang bukan keinginan pasar tetapi sebaliknya. Bagaimana pasar bisa menyukai karya mereka.

         Meskipun mereka sudah menjadi anggota Idol K-POP, Eksplorasi pembelajaran mereka terlihat melalui  banyak kegiatan. Salah satu diantaranya adalah ajang bakat Rapper dari sebuah stasiun TV Korea. Apa yang mereka rasakan? Sama seperti orang pada umumnya, gemetar, khawatir, deg-deg an, bingung muncul. Bagaimana reaksi teman-teman satu tim K-POP mereka. Ini yang perlu kita pelajari sebagai pendidik lebih dalam.



          Lagu From Home di atas, menceritakan tentang dukungan tiap anggota dalam tim; sang Rapper mereka pun mendapat dukungan dari teman-teman satu timnya. Sehingga saat dia menyusun tulisan rap untuk bertarung dalam ajang kompetisi Rapper, teman satu tim pun berada di balik layar menunggu nya. Bentuk ini menjadi dimensi dimana dia serius menghadapi pengembangan diri sebagai Solo Rapper sambil menguatkan kerjasama tim, yang berdo’a untuk dia, memberikan masukan, dan memberikan keyakinan gaya anak muda. Yang tidak kalah mencengangkan, penggemar seluruh dunia mencari tahu tentang kegiatan ini untuk mendo’anya juga sebagai bentuk dukungan mereka kepadanya. Magnet lain, bukan? 

           Aura bintang memang melekat pada dirinya tetapi apa yang dia lakukan secara sadar?  Dia mampu membuat para juri mengikuti irama Rapp yang dia bawakan meski hanya sedikit tetapi harmoni nya terasa kental. Dia menunjukkan usaha terbaik untuk menuliskan olah karyanya sendiri dan menyanyikannya, agar diakui oleh Rapper terbaik sebagai jurinya. Kemenangan dia karena kemampuannya dalam menghadapi tiap tantangan Rapp yang diberikan. Begitupun saat dia menjawab pertanyaan juri; dia menyampaikan pendapatnya dengan santun dan simpel nampak kecerdasan dalam jawabannya, tanpa menganggap dirinya lebih baik dari peserta lain. Ketika Menang, ekspresi yang terlihat, dia hanya senang dan kembali seperti biasa.

          Intinya bukan memenangkannya tetapi karakter yang dimunculkan oleh Idol K-POP ini. Dia tidak jumawa setelah mendapatkan kemenangan. Dewasa dalam menghadapi tantangan yang memang dia ikuti. Proses perjalanan mencapai kemenangan adalah hal yang juga dialami oleh kebanyakan orang.  Dia menganggap dirinya hanya belajar untuk menjadi main rapper (Rapper utama) yang baik dan menyenangkan sebagai tujuan utamanya mengikuti ajang itu, bukan untuk memamerkan sisi dirinya yang Idol. Maka dia menggali dari segala yang juri sampaikan menjadi bahan pembelajarannya. Karakter deep learner seperti ini yang masih sulit ditemukan di sekolah Indonesia. Mungkin ada, tetapi belum banyak. Sepertinya, sebagian besar K-popers ini mulai merasakan magnet kedewasaan berpikir seorang Idol, yang bisa menjadi panutan bersikap. Meskipun sang Idol itu sendiri tidak menganggap dirinya dewasa dan bijak.

          Sama Hal nya dengan Rapper, main solo (Penyanyi Solo Utama) dalam K-POP pun melakukan yang sama untuk menguji eksplorasi teknik menyanyi mereka. mereka ditempa untuk belajar memilih eksplorasi mana yang mereka ingin dapatkan dan gunakan untuk olah karya mereka dalam ajang pencarian bakat Mask Singer. Semua pilihan diberikan kepada anggota Idol K-POP itu sendiri. Mengaransemen lagu yang akan mereka bawakan. Melatih Highnot, lownot, strain, tense, mengkombinasikan semua kemampuan lebih dalam dengan cara mereka untuk mencapai trik dari lagu dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Harus dilakukan hanya dengan belajar lebih baik sebagai seorang yang bekerja di dunia hiburan. Ada kalanya mereka menang, ada juga yang kalah. Mereka tahu harus apa ketika menang dan kalah. Pembimbing dan manajer perusahaan hiburan ini sangat baik mengarahkan mereka. Saya sebagai guru dan juga manajer kelas, masih belum mampu mengarahkan dan membimbing siswa agar lebih realistis menerima semua tantangan hidup berkompetisi seperti yang dilakukan mereka. Menerima semua dengan ikhlas. Belum lagi ketika mereka harus memadukan dengan tarian dari Koreografinya. Apakah magnet berikutnya merupakan bentuk perwujudan keinginan mereka sendiri atau karena faktor lain? Apakah mereka tidak Bosan dan stres menghadapinya? Bagaimana mereka mengelola stres dan membangkitkan energi berkarya?  

          Sebagai orang yang mulai diperhatikan semua tingkah laku dan bicara mereka, mereka sadar betul, bagaimana mereka harus mengatasi dan mengelolanya. Perusahaan hiburan ini melakukan pembimbingan bukan hanya yang bersifat pendidikan pada Skill mereka. Mereka diminta mengatur jadwal latihan, bercengkrama dan mendiskusikan hasil rekaman secara mandiri hanya dengan tuntunan challenge program. Oleh karena itu, mereka menunjuk pemimpin dari tim mereka. Sangat berat, tugasnya. Setiap kali challenge program berlangsung. Berhasil tidaknya dilihat dari kerja dan usaha pemimpin tim. Begitupun saat debut atau kegiatan tour ke setiap negara di dunia. Pemimpinnya harus menghitung jumlah anggota dalam timnya. Apapun yang anak buahnya lakukan menjadi tanggungjawab dia. Dia pun yang menjadi motor untuk masa-masa bosan dengan berbagai macam kegiatan. Kecerdasan dan kreatifitas sorang Idol K-POP ini, terlihat bagaimana ketika dia memimpin sesi tanya jawab, maupun memperlihatkan hasil tes challengenya. Dia cukup kreatif mencari solusi dan berkomunikasi dengan setiap anggotanya. Selalu mendukung hal positif yang anggotanya harapkan. Dia membentuk sebuah peradaban sendiri untuk menghormati keputusan di asrama dimana mereka tinggal dengan berdiskusi melalui peer friend (tutor sebaya). Ini dibuktikan dengan anggota termuda sangat menghormati anggota yang berusia lebih tua. Sementara yang tua melindungi anggota yang lebh muda dengan cara mereka sendiri di dalam unit-unitnya. Bahkan ada di satu unit yang anggotanya, anak-anak pemimpi, yang menjadi pemimpinnya terkadang seperti “dibuli” hanya untuk membuat satu sama lain nyaman. Di satu sisi dia tegas dengan caranya memberikan peringatan pada anggota di dalam unit tersebut hanya dengan kata-kata sederhana yang tidak menyinggung. Mereka semua layaknya kakak adik dalam sebuah ruangan. Ada di satu Challenge, mereka harus menyampaikan uneg-uneg di depan kamera pada seseorang yang sudah ditentukan oleh line manajer mereka di dalam seuruh Unit K-POP ini. Apakah yang terjadi?

               Semua mengungkapkan dengan bahasa mereka tidak dibuat-buat atau berpura-pura. Tidak ada di dalam kata-kata mereka unsur melecehkan dan menjatuhkan satu sama lain justru membuat mereka menjadi merasa lebih dari sekedar teman. Video yang dirancang perusahaan itu berdurasi 2-3 menit mampu membuat saya belajar memahami lebih dalam mengapa anak saya menjadi jingkrak-jingkrak ketika mereka tampil dalam debut mereka. Mereka bukan hanya menjual tampang dan lagu ternyata mereka menjual manner yang tanpa disadari. Jangan salah pengertian ya; bukan menjual dalam artian sempit tetapi memberikan gambaran bagaimana semestinya seorang muda berperilaku terhadap teman yang disayang nya. Bagaimana membangun sosok teman dalam kehidupan mereka.

                 Dari ini semua, saya hanya mencatat setidaknya ketika saya membaca lagi pelajaran kehidupan mereka, saya sebagai seorang guru/wali kelas yang juga merupakan manajer di kelas mengambil hikmah terbaik bagaimana mengarahkan remaja-remaja tanggung ini. Pembimbingan gaya K-POP bukan yang terbaik tetapi paling tidak jadi langkah peningkatan kemampuan karakter baik yang dapat dikerjakan dengan bahagia bersama anak-anak yaitu :

1.   Memahami karakter siswa didik dan keinginan terbesar mereka

2.   Melatih mereka menjadi diri mereka dengan cara memvideo kehidupan bekerja  keras versi mereka; no “alay” version, bisa jadi dalam bentuk tulisan sederhana mereka yang dikumpulkan (kalau Video agak mahal buat ukuran anak-anak di Indonesia) setiap hari.

3.   Banyak berdiskusi tentang segala permasalahan pembelajaran di kelas dengan gaya game sederhana.

4.   Belajar mengarahkan mereka untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada.

5.   Belajar memperdalam yang disuka dengan berbagai Tantangan kehidupan.

6.   Belajar menerapkan apa yang menjadi komitmen bersama dengan tanpa paksaan (meskipun sedikit susah)

7.   Belajar dengan ikhlas menerima kemampuan mereka apa adanya.

8.   Belajar mengajak mereka memperdalam kemampuan.

9.   Belajar menghubungkan permasalah dengan poin-poin yang telah dikerjakan.

10.   Belajar bermusyawarah untuk menegaskan pentingnya menghargai pendapat orang lain.

   Semangat Belajar bersama siswa dengan menyenangkan. 


Kamis, 03 Desember 2020

#Day4DesAISEIWritingChallengeLibraryCongressNews

 

LIBRARY CONGRESS NEWS


Sudah sekitar 2 minggu, saya mendapatkan informasi tentang bagaimana perpustakaan Nasional Amerika ini membuat kongres. Mereka mengapresiasi bentuk karya tulisan dari penulis-penulis di Amerika. Semua bentuk itu dimasukkan dalam Writing Festival. Apa yang dituliskan oleh penulis dalam sebuah buku disampaikan dalam bentuk story telling atau Interview dari sebuah karya komik anak sampai dewasa itu tercipta. Kunjungan dari duta penulis muda dibuat dalam bentuk daily news ke sekolah-sekolah meskipun masih dalam keadaan pandemi.

        Rabu tanggal 3 Desember saya mendapat berita terbaru yang tidak kalah menariknya tentang Yayasan Dwight D. Opperman yang  mendonasikan dana sampai 1 $ juta untuk mengimajinasi kembali pengalaman Pengunjung ke Perpustakaan Nasional di Library Congress melalui Orientasi Galeri terbaru, pameran-pameran dan lab pembelajaran di dalam perpustakaan Nasional Amerika ini.

       Ternyata, usaha Dwight D. Opperman Foundation yang dipimpin oleh Julie Opperman diperkuat oleh David Rubenstein seorang penyumbang yang memberikan dana sebesar 10 $ juta di awal tahun 2020 agar Rencana Pembangunan komponen “Visitor Experience Plan” sebagai tempat Pengalaman Pengunjung dapat terwujud; Annenberg Foundation juga mendonasikan 1 $ juta untuk pencetakan Fotografi yang proyeknya sedang berlangsung.

         Tiga komponen yang menjadi pusat dari pengalaman pengunjung pada Perpustakaan Nasional Amerika ini terdapat di Lantai Dasar baru untuk “Orientation Gallery” di gedung Thomas Jefferson membantu mengarahkan pengunjung memahami sejarahnya. Sementara Learning Lab yang baru mengikat dan menginspirasi pengunjung dengan berbagai metode penelitian secara teori, inovasi serta kreatifitas penulis yang tidak hanya dari Amerika tetapi dunia; baik karya setempat maupun karya daring serta “New Exhibition in Treasure” menjadi ciri baru dari warisan harta Perpustakaan Nasional Amerika ini.

         Penyelenggara menganggap bahwa Library Congress sebagai perpustakaan terbesar di dunia saat ini yang menawarkan akses tentang rekaman kreatif tentang Amerika dan materi yang lebih luas dari seluruh dunia, baik melalui kunjungan luring dan daring.

          Saya berharap di Indonesia, para guru selain dapat menulis bisa mengembangkan bentuk perpustakaan guru Indonesia. Kelas Kreatif yang dimotori Pak Dadan dari Kota Bandung pun sudah memiliki Perpustakaan Kelas Kreatif. Semoga ke depan bisa menjadi lebih besar bila digabungkan dengan misi AISEI yang meninggalkan warisan tulisan, yang dapat didukung oleh sektor swasta dalam pengembangannya. Aamiin. 



#Day2DesAISEIWritingChallengeInspirasiIbnuSinaMuncul,AtasIzinAllah

 

INSPIRASI IBNU SINA MUNCUL,

ATAS IZIN ALLAH

Segala yang terjadi di muka bumi ini adalah atas izin Allah S.W.T. ratusan tahun lalu bahkan mungkin ribuan tahun. Ada 7 orang pemuda dalam surat Al kahfi yang tertidur selama 300 tahun dan dibangunkan Allah sebagai pemuda-pemuda yang dirahmati Allah. Apa yang terjadi pada 7 pemuda adalah karena izin Allah. Itulah kebesaranNya, yang manusia tidak akan mampu melakukannya. Tidak bisa dilihat secara logika, tetapi nyata. Sehingga apapun yang terjadi dimuka bumi keburukan dan kebaikan adalah atas izin Allah. Mengapa saya memposting gambar di atas?

                Begini ceritanya, waktu saya pertama kali harus membuka sebuah Blog untuk tujuan tertentu. Saya bingung mau diberi nama apa blog ini. Tiba-tiba saya teringat ponakan saya yang memiliki nama Avininda terinspirasi dari Avicenna seorang tokoh filsuf Islam. Beliau adalah Ibnu Sina, Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā, yang di belahan barat dunia mengenalnya dengan Avicenna. Ibnu Sina adalah salah satu tokoh pemikir Islam yang hidup di tahun 980 -1037. Di usia 56 tahun beliau wafat. Beliau terlahir dari negeri Persia, saat ini dikenal sebagai negeri Iran. Dia dikenal sebagai bapak Kedokteran. Dibaca dari sejarah lahirnya dan perjalanan karirnya sebagai filsuf, Beliau telah menulis 450 buku selama beliau hidup. Beliau telah memberi manfaat besar bagi perkembangan kedokteram Modern dengan tulisannya “Al-Qonun fi At Tibb”

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. " George Sarton menyebut Ibnu Sina "ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat dan waktu". Karyanya yang paling terkenal adalah Kitab Penyembuhan dan Qanun Kedokteran (Al-Qanun fi At Tibb).1)

Betapa menginspirasinya beliau sehingga saya memberi nama blog saya menjadi “Ibnucienna”. Begitulah cerita munculnya nama blog ini. Meskipun mungkin saya tidak sehebat beliau, paling tidak saya punya semangat menulis mudah-mudahan dapat menjadi warisan baik untuk anak- dan cucu nanti.

             Oleh karena itu, keinginan terbesar saya adalah agar blog ini bisa memberikan inspirasi untuk mengembangkan potensi seorang manusia menjadi lebih baik dalam mengimani Allah/Tuhan, insya allah atas izin Allah tentunya dalam setiap fenomena hidup. Alhamdulillah, Allah memperjalankan saya untuk selalu mampir dari blog ke blog lain, dari bacaan ke bacaan secara virtual sejak tahun 2009, yang penuh ilmu terbarukan dan penuh pengalaman kebaikan di dalamnya. Betapa indah ilmu Allah tercipta di sana.   

             Allah banyak mentautkan hati ini untuk menuliskan pengalaman menjalani tantangan allah yang tidak disadari insan dari apa yang dipikirkannya. Allah ciptakan manusia berbangsa-bangsa; berbeda-beda ciri khas, agama, etnis, dan pemikiran agar insan saling melengkapi, mengisi, dan menguatkan. Semua muncul dan tercipta atas Izin Allah.


 




1) https://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Sina