Mengenai Saya

Foto saya
I love writing, learning, cooking, watching some cartoon films such, sponge Bob, naruto, the legend of Aang.

Jumat, 23 Oktober 2020

Challenge AISEI #Day18AISEIWritingChallenge MenjelangSenja_CeritaBersambungpart2

 

Di Rumah Sakit

      “Permisi, Suster. Pasien dengan nama Syamsinar di ruang berapa ya sus kalau boleh tahu?”

      “3401”   “ Dari sini lurus saja dan di sebelah kiri itu kamar 3401”

      “Ok sus. Terimakasih ya”

Saat baru melangkah beberapa saat Pak Lek Hadi keluar dari kamar 3401.

      “Mana Syamsinar, De?” cekat Suci mengagetkan Hadi.

      “Di dalam mbak  sedang ditunggu Mahardika dan Utami; saya cek dokter dulu ya mbak”

      “oh ya..” kemudian Suci membisikkan ke Byori “Bantu ya pak Le Hadi”

Byori langsung mendampingi pak Le Hadi ke dokter bersama Binar di sisinya.  Sementara Suci langsung masuk ke kamar.

      “Kenapa tho Nar..., Kambuh lagi?”

      “Iya mbak.”

.     “Kapan kamu check up?”

      “Baru bulan lalu.”

      “Gimana hasilnya” tanya Suci dan memberikan minuman  yang sempat dia buatkan, saat menunggu Byori menjelaskan ke Binar.

      “Sepertinya ring jantungnya longgar mbak. Jadi 3 hari lagi aku dijadwalkan operasi ring lagi mbak.”

      “Ya sudah, lakukan saja yang terbaik”

      “Tapi aku bingung lho mbak. Padri, anak bungsuku, mau ujian butuh biaya, mas Hadi tabungannya sudah terpakai untuk operasiku ini.”

      “Berapa sih Padri harus bayaran, de?”

      “Kurang lebih 3 juta lagi”

      “Iya kamu g usah pikirin”  tukas Suci

      “Kamu banyak berserah diri ke Allah dan jalani operasimu dengan tenang, Ok” Tiba-tiba Hadi masuk sambil membawa kertas jadwal operasi.dan foto Rongent Torax Suci.

      “Di Torax juga de?”

      “Ga tau tuh mbak. Pas masuk sore kemarin diminta untuk foto Rontgent gitu. Ya kita ikutin aja” Suci mengangguk-anggukkan kepalanya dan senyum.

      “De Hadi. Ini untuk bayar Padri ujian” Suci to the point bicara ke Adik iparnya itu. Tabunganmu jangan dipakai. Biaya rontgent dan yang lain, jadi tanggungjawab ku.

      “Ga usah mbak. Aku ga mau ngerepotin”

      “Kapan aku pernah bantu kamu de. Kamu saja yang selalu bantu aku. Jadi sekarang giliran aku bantu kamu. Ini rizki dari Allah. Biarkan aku bantu kamu. ya” Byori dan Binar mendampingi Suci dengan telaten.

      “De Hadi, aku yang bermalam sekarang. De Hadi pulang dulu. Besok pagi-pagi ke sini untuk urusi semua pembiayaan agar waktu operasinya ga ditunda-tunda lagi, ya.”  

      “Binar kamu anter Byori pulang ya.. nak. Maafkan ibu ya nak, sudah menyusahkan kamu; kalau ndak keberatan anterkan pak Le” sambil mengelus punggung Binar. Syamsinar dan Hadi tak bisa berkata-kata dengan semua tindakan Suci. Mereka pasrah karena memang kakaknya ini orang yang amat perhatian cenderung protektif.

      “Itu tugas Binar untuk jagain Byori, bu” senyumnya.

      “Ri, besok kamu kerja kan? Setelah pulang bawain ibu baju ya. Daster yang di kamar ibu warna merah dengan baju daleman nya sekalian plus selimut; Binar ndak usah anter besok ya mas. Kamu pasti cape.”

      “Iya bu.” Byori dan Binar menjawab bersamaan karena kalau dijawab yang berbeda pasti Suci akan terus berbicara dan menasehati sampai 2-3 jam. Mereka berdua sudah mengetahuinya dengan pasti. Lalu mereka pamit.

 

#30hariAISEIbercerita

#AISEIWritingChallenge

#100katabercerita

#pendidikbercerita

#warisanAISEI

#KomunitasSejutaGuruNgeblog

#AISEIInsiraAction

#KelasKreatif

#KOGTIK

#KomunitasSejutaGuruNgeblog(KGSN)

#OktoberImpian

 

 


8 komentar:

your opinion