Mengenai Saya

Foto saya
I love writing, learning, cooking, watching some cartoon films such, sponge Bob, naruto, the legend of Aang.

Minggu, 11 Oktober 2020

Challenge Writing AISEI #Day5AISEIWritingChallengeBlended Learning,bersatunya ide-ide

 

BLENDED LEARNING, BERSATUNYA IDE-IDE


Awalnya keterpaksaan, guru-guru harus membuat tugas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dalam satu lembar dan berkolaborasi antara Mapel, yang Kompetensi Dasar akan digabungkan bisa mendukung satu dengan lainnya. Itu akan menjadi sebuah Blended Lesson yang dipakai dalam pembelajaran. Begitulah, pesan bapak pengawas pembina kami pada suatu kesempatan. 

 Putar otak, sampai di kepala seperti banyak semut dan lebah. Tidur yang diimpikan: RPP Blended Lesson. Setelah dua hari dua malam galau merana, akhirnya saya menghubungi teman guru dari mapel Kewirausahaan. Jadilah kesepakatan kami membuat video dan RPP Blended Lesson. Temanku mulai mengirimkan materi ajar dan kita sama-sama mengerjakan RPP Blended Lesson satu lembar.

Ini yang kemudian dirancang ke Story Board Script tentang apa yang akan disampaikan dalam konten video. Perancangan ini  perlu diskusi yang matang agar peleburan dua materi dari 2 mata pelajaran terasa alami. Ide-ide mulai bertebaran ketika kami berdiskusi. Tapi harus punya satu kesamaan ide untuk menciptakan satu bentuk pembelajaran, yang dipadukan agar bisa disimak kemaknaanya dalam pembelajaran. Guru juga dapat memberikan penilaian dari tugas yang dikaitkan dengan materi tersebut. Apa yang repotnya kemudian?

Ketika menjadi sutradara, guru sangat biasa. Pembuat skenario, itu juga pasti jago. Editor, tentunya menjadi hal yang biasa karena setiap pekerjaan harus dikoreksi oleh guru. Sebagai aktor/aktris, tentu tidak semuanya mampu. Ada yang memang sudah biasa di depan kamera. Tetapi ada yang sulit untuk berekspresi. Selain itu, menghapal skrip agar sesuai dengan skenario. Woow! Menguras emosi dan memang harus bershabar. Apalagi diantara guru tersebut belum melakukan pendekatan. Hasilnya videonya mungkin hanya enak dilihat mata. Belum lagi pemahaman teknologi terbarukan yang kadang masih minim; agak kurang mendukung terwujudnya Blended Learning in Video. Tapi jujur, serunya dapet banget! ketika mengerjakan tahap 1. Tahap kedua video masih menunggu waktu perekaman video lanjutan terkendala PSBB kemarin jadi urung dikerjakan tetapi tetap berjalan. 

Banyak sekali “take” dan “cut” yang dilakukan. Biasalah, konsep tidak sesuai skenario yang disepakati, terkadang jadi terlalu kaku konsepnya untuk sebuah pembelajaran yang meyenangkan bagi siswa. Padahal siswa berharap informasi terkait materi ajar untuk hari itu. Jatuhnya, siswa asyik nonton gurunya berakting. Bukan informasinya yang diambil. Kacau bener, kan?! 

Bingungnya lagi samapi ada kelupaan membuat video penutup yang di dalamnya seharusnya ada proses penugasan berjangka. 

Silahkan mampir di Instagram saya, bila ingin melihat effort teman saya dan saya membuat Blended lesson

https://www.instagram.com/diahtrisnamayanti6445/?hl=en


Salam Literasi!!!


4 komentar:

  1. Wah pasti keren videonya, semangat yang luar biasa, semoga menginspirasi saya utk lebih banyak belajar lagi aamiin

    BalasHapus
  2. Luar biasa perjuangannya dlm mempersiapkan pelajarannya.. pasti murid2nya akan mengapresiasi dan semnagat terus!

    BalasHapus

your opinion