Mengenai Saya

Foto saya
I love writing, learning, cooking, watching some cartoon films such, sponge Bob, naruto, the legend of Aang.

Rabu, 21 Oktober 2020

Challenge AISEI #Day17AISEIWritingChallengeSuatuHariSaatIstirahatSetelahWFO

 

SUATU HARI, SAAT ISTIRAHAT SETELAH

WORK FROM OFFICE (WFO)

Mulai mengajar di sekolah saat setelah diberlakukan lagi work from office (WFH) adalah jam 07.10 sampai dengan 12.00.  Ketika lelah mengajar di hadapan komputer dan gawai yang terus berbunyi “knock..” tiap kali ada notifikasi, biasanya kita sholat dhuhur sambil tiduran di mushola. Lumayan untuk meluruskan punggung yang sekitar 6 jam tidak bergerak.

            Untuk memberikan semangat menunaikan tugas, teman kami kadang menjadi chef dadakan, cerdas sekali dengan membuatkan masakan suki ala beliau yang rasanya enggak kalah “Endoss” dengan yang dijual di Suki terkenal. Kalau di suki resto, satu rantang isinya sayur dan macam-macam baso dari ikan, kepiting, cumi dan seterusnya bisa mencapai 30 sampai dengan 50 ribu per orang.  Lihat sendiri di foto itu berapa banyaknya suki yang dibuat teman kami itu. Harga udunan untuk membeli bahannya pun tidak terlalu mahal. Yang penting Happy dengan kebersamaan.

            Botram siang itu jadi sangat menyenangkan karena ada tambahan minuman Thai tea juga buatan teman kami yang lain. Ibu-ibu ini adalah guru yang benar-benar berjuang di masa pandemi untuk tetap menyemangati diri dengan ikhlas. Salah satu komunikasi yang baik yang mungkin perlu diacungi jempol. Tidak hanya itu, mereka berbagi ilmu apa saja sambil menikmati menu botram.

            Apa sih botram? Botram, orang sunda memang selalu mengatakan itu saat makan bersama; bisa dilakukan dengan cara udunan (patungan) untuk membeli makanannya atau membawa bagian masing-masing dari rumah; ada yang membawa nasi  saja, ada sayurnya, dan lauk dikumpul menjadi satu lalu makan bersama.

            Kadang ada orang-orang mengatakan “hayu urang ngaliwet”; kata Ngaliwet berbeda dengan Botram. Ngaliwet berarti jenis makanan yang dibuat. Jenis makanan ini biasanya berhubungan dengan beras dimana beras yang ditanak diberi berbagai rempah seperti Daun salam, lengkuas, sereh, garam, cabe diiris menyerong, bawang merah dan bawang putih juga diiris sesuka hati kalau ingin gurih bisa diberi santan. Dibiarkan sampai matang didalam kuali yang tertutup dan berkerak dibawahnya. Ngaliwet biasanya diberikan sentuhan lauk seperti tahu, tempe, ikan asin dan lalap. Jangan lupa Jengkol, Petai, kerupuk plus sambel terasi, tidak boleh terlewat untuk versi resto yang lengkap.

            Anak-anak muda yang biasa berpetualang (Camping), menggunakan cara menanak nasi Ngaliwet ini. Selain simple, murah pula.

 

#30hariAISEIbercerita

#AISEIWritingChallenge

#100katabercerita

#pendidikbercerita

#warisanAISEI

#KomunitasSejutaGuruNgeblog

#AISEIInsiraAction

#KelasKreatif

#KOGTIK

#KomunitasSejutaGuruNgeblog(KGSN)


6 komentar:

  1. Enaknya ngeliwet...
    Jadi mau ke rumah mertua, kalo urusan ngeliwet mertua paling jago....
    hehehe

    BalasHapus
  2. Ada jg yg sebut
    Nasi gonjleng....

    BalasHapus
  3. Terlihat enak euy, bokeh ikut botramnya bu

    BalasHapus
  4. Wah seru lihatnya makan bersamaa, sedap kliatannya!

    BalasHapus

your opinion