Mengenai Saya

Foto saya
I love writing, learning, cooking, watching some cartoon films such, sponge Bob, naruto, the legend of Aang.

Sabtu, 24 Oktober 2020

Challenge AISEI #Day19AISEIWritingChallengeFaseKehidupan

 

FASE KEHIDUPAN

FASE BAYI

          Bukan sesuatu yang baru ketika ada seseorang bercerita tentang bayi yang baru lahir itu sangat lucu, imut, gemes dan tidak ingin rasanya melepas makhluk mungil yang berstatus bayi. Sebagai orang tua, pasti ingin selalu mendampinginya, menyentuhnya dan bercengkrama dengan nya. Seorang ayah pun luluh ketika melihat makhluk kecil tak berdaya itu tumbuh dengan caranya mengucapkan kata tentang orang yang berada di sekitarnya, belajar merangkak, membalikkan badan, tengkurap, memainkan bibirnya, bangun di tengah malam sehingga sang ibu menyusuinya, baru kembali tertidur.

FASE ANAK-ANAK

           Pada fase anak-anak, tentunya amat sangat dihapal oleh para orang tua. Begitu menyenangkan atau menyedihkan sebuah peristiwa yang terjadi pada masa kanak-kanak juga kental dirasakan oleh seorang anak. Seorang teman psikolog sempat mengatakan agar saya sebagai orang tua hati-hati mengajarkan anak tentang sesuatu atau berlaku di depan anak yang ber usia antara 3-6 tahun. Saya bertanya ” mengapa?” dia menginformasikan karena saat itu adalah masa “Golden years” dimana anak merekam semua sikap, perkataan dan segala perilaku orang dewasa di dalam memorinya menjadi sebuah sikap dasar dirinya. Ini bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak tersebut.usia 7 sampai dengan 9 tahun anak yang tumbuh menjadi pribadi sesuai latar belakang pola asuh ibu/bapaknya.

FASE MENJELANG REMAJA

          Usia 10 sampai dengan 14 tahun adalah masa-masa peralihan seorang anak menjadi seorang remaja tanggung. Kadang seringkali tidak diaku sebagai anak-anak, sebagai remaja belum masuk. Problematika mereka unik dan sikap “sok jago” nampak sekali. Jika dikritik, balik mengkritik dan cenderung lebih pedas, bahkan protektif diri dengan memprotes balik. Jika mereka tidak diawasi dengan semestinya, cenderung menjadi brutal dan mencari celah untuk mendapat perhatian dari siapapun.

FASE REMAJA

         Perkembangan anak berusia 15 sampai dengan usia 25 tahun adalah remaja yang sangat memberikan banyak kecerahan, ide-ide brilian yang muncul untuk mengubah dunia. Sebut saja sebuah Industri Hiburan di Korea Selatan, merekrut anak-anak berbakat untuk di”pesantren” kan sejak usia 15 tahun sampai dengan 30 tahun. Pendidikan karakter yang diberikan dapat terlihat saat para anggota dari hasil pelatihan yang diberikan di Dorm mereka adalah dengan panggilan “hyung” pada anggota yang lahir lebih dahulu, yang termuda tidak tersisih sebagai junior. Justru dibantu diuntuk mencapai tujuan yang dicanangkan oleh Industri ini. Mereka terbiasa mengeksplore kemampuan dirinya selain menyanyi dan menari. Pertemanan mereka yang terlihat dicam dailynya yang Prof. Eko katakan sebagai pendalaman kemampuan sendiri. Berbeda dengan Industri hiburan lain yang platformnya sama, hanya kebiasaan yang diberikan bukan mengekslpore kemampuan anggota dalam Industri hiburannya, tetapi cenderung mengikuti pasar. Kebrilianan pelaku Industri Creative yang pertama dengan membiasakan mengeksplore kemampuan diri membuat pasar mengikutinya di banding sebaliknya. Sajian yang berbeda dan unik itulah muncul dari anak-anak berusia remaja, ternyata menjadi sajian hiburan yang tidak monoton. Penuh kreatifitas, membangun konsep terbarukan.  Tetapi ada juga yang Mengeksplore ke arah negatif. Menjadi pendemo tanpa menyaring, Mencari uang dengan cara mudah tanpa kerja keras.

      Banyak lagi brilian anak di usia remaja ini, kupasannya nanti lagi ya.

FASE DEWASA    

     Masa perkembangan manusia menjadi dewasa, tidak lepas dari perkembangan di masa remaja. Ketika mereka menjadi pemberontak, perkembangannya bisa menjadi lebih buruk bila tidak diperbaiki sejak dini. Ada sebuah pesan yang teringat tiba-tiba, bahwa di usia 26 fresh opinion yang tidak terlatih akan membuat kemampuan survival di tengah bencana pun sulit bergerak. Hanya dapat berpasrah tanpa do something. Itu amat merusak kemampuan mereka yang seharusnya sudah lebih dewasa dalam memilih tindakan apa dan harus bagaimana saat berada dalam critical edge of life. Tujuan-tujuan hidup makin terlihat jelas di Fase Dewasa. Aplikasi pengetahuan dan kehidupan pun sudah lebih terarah, biasanya tinggal menguatkan.

FASE TUA

       Masa ini adalah masa dimana ada rasa lonely karena di masa ini anak-anak pasti sudah tumbuh menjadi lebih dari sebelumya. Untuk yang mempunyai anak perempuan pasi akan dipetik sebagai istri dari jodohnya. Untuk yang memiliki anak laki-laki harus menjaga anak lain yang menjadi istrinya. Ketika anak-anak mulai banyak permasalahan perkara ekonomi atau lainnya, menjadi pemikiran. Mulai banyak muncul macam-macam penyakit. Duduk sebentar, pinggang encok. Gigi mulai tak lagi bisa dipakai lengkap, terkadang jika banyak yang tanggal, mungkin tak lagi bisa makan pizza, atau Iga bakar, atau sop Konro. Kolesterol mudah mencuat. Ketakutan akan peristiwa kematian lebih besar. Pengambilan keputusan mulai lamban. Anak-anak sudah menagih warisan meski masih hidup bagi yang punya harta. Jika tidak menanamkan ilmu yang terpenting dibanding harta.  Cenderung lebih taat pada agama yang dianut. Lebih bijak yang terbiasa bijak.

Ini bukan sesuatu yang mutlak, semua pasti bisa berubah seperti do’a yang dipanjatkan. PenSedidikan memang harus diawali sejak dalam kandungan pesan terakhirku.


Semangat literasi!!!

 

 

 

#30hariAISEIbercerita

#AISEIWritingChallenge

#100katabercerita

#pendidikbercerita

#warisanAISEI

#KomunitasSejutaGuruNgeblog

#AISEIInsiraAction

#KelasKreatif

#KOGTIK

#KomunitasSejutaGuruNgeblog(KGSN)



6 komentar:

  1. Keren Bu tulisannya..
    Mengingatkan kembali tentang fase kehidupan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terimakasih ya bu. Allah yang memberikan gambarannya bu.

      Hapus
  2. Fase kehidupan..., semoga kita menjalani dengan selalu mengingatNya, Dia yg menciptakan kita

    BalasHapus

your opinion